Teknologi
Mobile Phone setelah Touch Screen
Bertempat
di Hotel Marriott di Cambridge, Massachusetts baru-baru ini, para
peneliti dari seluruh dunia menunjukkan ide-ide baru berkaitan dengan interaksi
komputer dalam sebuah acara perhelatan yang berjudul ACM Symposium on User
Interface Software and Technology. Banyak diantara mereka berfokus pada
penggunaan perangkat mobile, seperti teknologi baru yang sudah semakin akrab
dengan kita sehari-hari yakni teknologi layar sentuh.
Inilah beberapa hasil temuan para
peneliti :
Capacitive
Fingerprinting
Upaya
lainnya untuk membuat lebih dari layar sentuh akan jauh lebih baik adalah Chris
Harrison dari Disney Research, yang mengusung cara perangkat untuk mengenali
gesekan dan sentuhan dari orang yang berbeda. Antarmuka yang ia usung
adalah layar sentuh kapasitif dengan pemasangan sensor resistensi untuk
mengidentifikasi "profil impedansi" yang unik dari tubuh seseorang
melalui jari-jarinya.
Pengguna
hanya perlu menyentuh perangkat dengan jari selama beberapa detik pada
saat pertama kali menggunakannya, selanjutnya perangkat itu dapat
mengenali mereka. Cara ini dapat memungkinkan aplikasi melakukan hal-hal
seperti memodifikasi jalur suatu dokumen yang dibuat oleh orang yang
berbeda seperti tablet yang biasa digunakan. Lebih lanjut, Harrison mengatakan
bahwa teknologi ini sebenarnya mirip dengan teknologi yang sudah ada pada
smartphone. Selain itu menjadi kabar baik bagi para gamer, karena memungkinkan
tampilan grafis berkualitas tinggi – tanpa pecah, dan untuk aplikasi
kolaboratif.
Sensor
gerak dan sentuh pada ponsel saat ini adalah target eksperimentasi lainnya.
Mayank Goel, seorang mahasiswa PhD dari University of Washington dan rekannya
memodifikasi perangkat lunak pada ponsel Android agar secara otomatis
menentukan di mana tangan seseorang memegangnya. Perangkat lunak ini memantau
sudut di mana perangkat dimiringkan, seperti yang kita kenal pada sensor gerak,
dan bentuk yang tepat dari tekanan pada layar sentuh.
Eye-Catching
Perkembangan
yang akan segera kita nikmati di masa yang akan datang dalam perangkat mobile
merupakan kelanjutan dari teknologi baru-baru ini, namun hal itu tetaplah
membuat kita berdecak kagum. Seperti penuturan Rob Miller, profesor di MIT
Computer Science dan Artificial Intelligence Lab (CSAIL) dan sekaligus ketua
konferensi tersebut mengungkapkan bahwa hardware baru seperti perangkat yang
dapat diaktifkan oleh gerakan lidah atau dengan melenturkan otot, atau
prototipe yang dibangun pada teknologi kita sudah ada di tangan kita, misalnya
Kinect, Wii, atau sensor yang dipasamg pada ponsel.
Salah
satu ide yang paling menjanjikan adalah eye-catching yang memungkinkan kita
melakukan tugas-tugas yang kompleks dengan jentikan pergelangan tangan atau
menjentikkan jari” imbuh Miller.
Vibrating Piezoelectric Actuators
Hong
Tan, seorang profesor di Universitas Purdue yang saat ini bekerja di Microsoft
Research Asia, menunjukkan cara untuk menambahkan nuansa tombol dan kontrol
fisik lainnya pada teknologi layar sentuh dengan memasang vibrating
piezoelectric actuators pada sisi layar normal yang menghasilkan gesekan pada
titik dimana terdapat kontak dengan jari. Desain ini dinamai SlickFeel yang
dapat membuat lembar kaca biasa merasa seolah-olah memiliki tombol fisik atau
bahkan slider fisik dengan berbagai tingkat resistensi. Haptic feedback
tersebut bisa membantu pengguna menemukan kontrol yang tepat pada perangkat
pendukung seperti smartphone, atau mengaktifkan penggunaan layar sentuh tanpa
melihatnya, misalnya saat mengemudi.
Layar
Sentuh Tembus yang Dapat Ditekuk
ini
merupakan prototipe lain pada layar yang tampaknya tidak begitu jelas
hubunganya dengan gadget yang sudah familiar dewasa ini. Salah satunya adalah
antarmuka yang dapat ditekuk. Teknologi ini dikembangkan oleh sebuah tim di MIT
Media Lab. Sean Follmer, seorang mahasiswa PhD di lab ProfessorHiroshi Ishii,
menunjukkan beberapa versi, termasuk layar sentuh tembus yang dapat ditekuk
diletakkan di atas meja datar. Perangkat ini terbuat dari bahan plastik berisi
manik-manik kaca dan minyak, dengan proyektor dan sensor 3-D diposisikan di
bawah. Dengan menyentuh layar lentur yang berada pada layar dapat mengubah
warna yang ditampilkan, yang juga ditampilkan pada model 3-D .
Sulit
untuk membayangkan seperti apa antarmuka di saku Anda kelak. Namun, Desney Tan,
seorang yang mengelola grup Computational User Experience di Redmond, Washington,
dan grup Human-Computer Interaction di Beijing, Cina, percaya bahwa kemampuan
untuk memilih dari beberapa mode interaksi akan menjadi bagian penting dari
masa depan komputasi mengatakan bahwa mereka akan berhenti memikirkan perangkat
mobile, dan bukan fokus pada komputasi mobile kata Tan, yang adalah
pemenang 35 Technology Review Innovator dari 35 Award pada 2011. "Seperti
yang saya lihat sejauh ini, tidak ada satu input atau modalitas output akan
mendominasi cukup dalam cara yang sama seperti tampilan visual dan mouse dan
keyboard ."
Digit
Antarmuka
yang disebut Digit dikenakan di pergelangan tangan dan terdiri dari sensor
gerak dan sumber cahaya inframerah dan kamera. Alat ini diciptakan oleh David
Kim, seorang peneliti Inggris yang bekerja bagi Microsoft Research danNewcastle
University. Seperti versi portabel dari motion-sensing perangkat Microsoft
Kinect untuk Xbox, Digit dapat mengikuti gerakan lengan dan jari dengan akurasi
yang cukup baik dan dapat direplikasi pada layar atau memungkinkan kontrol
permainan komputer yang kompleks. "Kami membayangkan perangkat yang lebih
kecil yang bisa dipakai seperti jam tangan yang memungkinkan pengguna untuk
berkomunikasi dengan lingkungan sekitar dan perangkat komputasi personal dengan
gerakan tangan yang sederhana," ungkap Kim tentang perangkat ciptaannya
tersebut.
Proyek-proyek
seperti ini memberi kita gambaran sekilas terhadap masa depan teknologi mobile.
Para peneliti percaya bahwa teknologi mobile masih memiliki keterbatasan akibat
metode pengendalian yang ada, jika tidak, pasti sudah jauh lebih canggih
daripada yang ada saat ini.
Selanjutnya,
Kim mengaku memiliki keinginan yang semakin kuat untuk dapat mengakses dan
menggunakan perangkat komputasi tersebut dimana saja. Input yang
produktif dan interaksi pada perangkat mobile, masih merupakan bagian yang
menantang untuk dikembangkan.Kemajuan teknologi mobile juga membantu peneliti
semakin mudah untuk bereksperimen. Beberapa kelompok dalam konferensi tersebut
memamerkan modifikasi antarmuka ponsel yang dirancang untuk memberikan
kemampuan baru.
:: Layar Sentuh Tembus yang Dapat Ditekuk??
BalasHapusterus cara kerjane gi mana thu GAN ,?
layar sentuh yang dapat itu baru wacana gan.jadi tunggu postingan berikutnya gmana cara kerjanya.
Hapus*semoga bermanfaat...
Ide-ide bagus ,
BalasHapuskapan realisasinya?!!
oke mksh...
Hapusmaaf realisasinya tunggu pstingan selenjutnya ya gan???